pagi ini tidak banyak yang berbeda, ayah dengan olahraga paginya, ibu dengan kesibukan barunya mengurus keponakannya yang berusia 3 tahun, dan adik - adiku yang berangkat menempuh pendidikan. lalu saya? ya saya sedang duduk di depan layar komputer, kira-kira begitulah suasana yang menghiasi rumah kami.
oke cukup pembukaannya, sekarang mari kita bahas sesuatu yang mengganggu pikiranku. jika seseorang di tanya, "apakah kamu ingin hidupmu lebih baik?"iya , "kamu ingin hidup bahagia?" ya pasti lah!, dan "apakah kamu ingin berubah lebih baik?" iya mau banget!. pertanyaan yang kemungkinan besar orang akan menjawab 'iya'. lalu dimana masalahnya?.
mari kita ajukan pertanyaan lain, kira-kira demikian "kapan kamu akan merubah diri atau hidupmu?", lalu jawabannya kira-kira "ya tunggu dapat hidayah".."ya nanti juga ada saatnya". di sinilah letak masalahnya, kita ingin kebaikan di dalam hidup yang mayoritas manusia mengidamkan hal itu. tapi bagaimana kita bisa mendapatkan kebaikan jika menunggu?.
ingin menjadi baik, tapi masih mendudukan diri dengan nyaman di dalam keburukan yang kita ciptakan sendiri. jadi lebih tepatnya kita terlalu nyaman menikmati keburukan (entah sadar atau tidak), dalam keadaan nyaman itu kita mengharap akan datangnya suatu hari dimana kebaikan datang. sekali lagi saya bertanya, bagaimana keadaan yang demikian dapat mendatangkan kebaikan?.
mungkin kita harus mulai bangkit dari singgasana keburukan kita, ya kita harus bergerak!. kita tinggalkan tempat duduk yang nyaman itu, lalu mulai untuk berjalan menjemput kebaikan yang kita idamkan. saya tidak menjamin bangkit dari tempat duduk itu akan mudah. tapi setidaknya lebih baik di banding harus "menunggu saat yang tepat". bagaimana menurut anda?
Kamis, 08 Januari 2015
Selasa, 06 Januari 2015
jika tuhan mengeluh
sudah 21 tahun saya di beri kesempatan untuk hidup di dunia. pernah mengalamai masa bermain sambil belajar (masa anak - anak), pernah pula mengalami masa peralihan (masa remaja), dan kini di usia 21 tahun, saya mengalami masa beranjak menuju kematangan emosi serta pikiran (remaja akhir).
ya 21 tahun saya hidup, kurang lebih beragam pengalaman sudah saya dapat. tapi.... dari tiap pengalaman ada sebuah kesamaan yang saya sadari belakangan ini
kesamaan itu adalah MENGELUH, saya jamin jumlah keluhan lebih banyak dari pada jumlah umur saya kini. mulai dari keluhan terhadap pengalaman buruk, keluhan perihal rezeki, keluhan perihal keinginan yang tak tercapai, dan keluhan lainnya. ooooh betapa hinanya saya sebagai manusia
selama ini saya mengeluh, seolah tuhan tidak berpihak kepada saya. tapi tunggu dulu....bagaimana jika tuhan yang mengeluh mengenai perangai hambanya ini?. bagaimana jika tuhan mengeluh karena telah menjaga saya hingga kini?. bagaiman jika tuhan mengeluh karena selalu mengaktifkan organ pernapasan saya?. bagaimana jika tuhan mengeluh karena menjaga saya ketika tidur?. harus saya kemanakan keluhannya jika tuhan mengeluh?. selama ini saya mengeluh selalu menyertakan nama tuhan, sebagai tempat untuk mengeluh. sungguh bukan suatu hal yang baik jika tuhan mengeluh.
namun tuhanku yang maha baik, di balik sebutan maha selalu di sertai nama nama yang baik ( maha pengasih, maha penyayang, maha pengampun, maha melihat, maha mendengar dll), tidak ada sebutan yang maha mengeluh. yaa dia tidak akan mengeluh akan perangai hambanya, aku yakin itu. sebab dialah tempat untuk mengadu, tempat untuk meminta, dan tempat untuk bergantung
ampuni dosa hambamu ini tuhan, yang terlalu banyak mengeluh tanpa ingat kebaikanmu. bimbinglah hambamu untuk selalu bernafas dengan syukur. aamiin
nb: jika kalian tanya siapa tuhanku, jawabannya adalah ALLAH SWT :)
ya 21 tahun saya hidup, kurang lebih beragam pengalaman sudah saya dapat. tapi.... dari tiap pengalaman ada sebuah kesamaan yang saya sadari belakangan ini
kesamaan itu adalah MENGELUH, saya jamin jumlah keluhan lebih banyak dari pada jumlah umur saya kini. mulai dari keluhan terhadap pengalaman buruk, keluhan perihal rezeki, keluhan perihal keinginan yang tak tercapai, dan keluhan lainnya. ooooh betapa hinanya saya sebagai manusia
selama ini saya mengeluh, seolah tuhan tidak berpihak kepada saya. tapi tunggu dulu....bagaimana jika tuhan yang mengeluh mengenai perangai hambanya ini?. bagaimana jika tuhan mengeluh karena telah menjaga saya hingga kini?. bagaiman jika tuhan mengeluh karena selalu mengaktifkan organ pernapasan saya?. bagaimana jika tuhan mengeluh karena menjaga saya ketika tidur?. harus saya kemanakan keluhannya jika tuhan mengeluh?. selama ini saya mengeluh selalu menyertakan nama tuhan, sebagai tempat untuk mengeluh. sungguh bukan suatu hal yang baik jika tuhan mengeluh.
namun tuhanku yang maha baik, di balik sebutan maha selalu di sertai nama nama yang baik ( maha pengasih, maha penyayang, maha pengampun, maha melihat, maha mendengar dll), tidak ada sebutan yang maha mengeluh. yaa dia tidak akan mengeluh akan perangai hambanya, aku yakin itu. sebab dialah tempat untuk mengadu, tempat untuk meminta, dan tempat untuk bergantung
ampuni dosa hambamu ini tuhan, yang terlalu banyak mengeluh tanpa ingat kebaikanmu. bimbinglah hambamu untuk selalu bernafas dengan syukur. aamiin
nb: jika kalian tanya siapa tuhanku, jawabannya adalah ALLAH SWT :)
Senin, 05 Januari 2015
kenapa menulis?
segala puji dan syukur ku panjatkan kepada penciptaku ALLAH SWT, karena atas kehendaknya aku bisa menuangkan pikiranku dalam tulisan.
jika di tanya kenapa saya menulis?, saya tidak bisa menjelaskan secara baik mengenai alasan mulai menulis. jujur keinginan itu muncul ketika saya membaca blog seorang sahabat, sebuah blog yang ringan tapi berkualitas.
hal yang membuatku tertarik dari blog sahabatku, adalah keluwesannya dalam menyampaikan pikirannya lewat tulisan. bagi yang membaca mungkin tulisan tersebut terlihat mudah, ya mudah karena si penulis pandai menyampaikan pikirannya dengan tulisan yang mudah di cerna.
selain itu, isi tulisannya pun INSHALLAH dapat memberi manfaat bagi pembaca (sejauh ini banyak manfaat yang saya peroleh dari tulisan sahabat saya)
nilai plus untuk si penulis, karena menuangkan pikiran itu memerlukan keterampilan yang baik (menurut pemahamanku). banyak orang memiliki pemikiran yang cemerlang (saya yakin itu), tapi dari mana bisa tau bahwa seuatu pemikiran itu cemerlang?. tentu membutuhkan sebuah cara untuk menyalurkannya, dan tidak semua orang mampu menyalurkan idenya keluar dengan baik.
berangkat dari kekaguman itu, maka saya mulai menulis dengan cara saya sendiri. saya tidak menjamin tulisan saya dapat di cerna atau tidak. tapi yang jelas, saya menikmati saat-saat tangan serta otak saya bekerja sama menciptakan tulisan :).
jika di tanya kenapa saya menulis?, saya tidak bisa menjelaskan secara baik mengenai alasan mulai menulis. jujur keinginan itu muncul ketika saya membaca blog seorang sahabat, sebuah blog yang ringan tapi berkualitas.
hal yang membuatku tertarik dari blog sahabatku, adalah keluwesannya dalam menyampaikan pikirannya lewat tulisan. bagi yang membaca mungkin tulisan tersebut terlihat mudah, ya mudah karena si penulis pandai menyampaikan pikirannya dengan tulisan yang mudah di cerna.
selain itu, isi tulisannya pun INSHALLAH dapat memberi manfaat bagi pembaca (sejauh ini banyak manfaat yang saya peroleh dari tulisan sahabat saya)
nilai plus untuk si penulis, karena menuangkan pikiran itu memerlukan keterampilan yang baik (menurut pemahamanku). banyak orang memiliki pemikiran yang cemerlang (saya yakin itu), tapi dari mana bisa tau bahwa seuatu pemikiran itu cemerlang?. tentu membutuhkan sebuah cara untuk menyalurkannya, dan tidak semua orang mampu menyalurkan idenya keluar dengan baik.
berangkat dari kekaguman itu, maka saya mulai menulis dengan cara saya sendiri. saya tidak menjamin tulisan saya dapat di cerna atau tidak. tapi yang jelas, saya menikmati saat-saat tangan serta otak saya bekerja sama menciptakan tulisan :).
Langganan:
Postingan (Atom)